🔥 HEADLINES
Loading...

Ekonomi

Post Page Advertisement [Top]

Fakta Baru Terkait Kasus Penyerangan yang Menewaskan Tiga Anggota Satresnarkoba

Pada hari Selasa (14/7/2026), muncul fakta baru mengenai peran sembilan tersangka dalam kasus penyerangan yang menyebabkan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia saat melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba. Insiden berdarah tersebut terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

Tiga tersangka utama berhasil ditangkap oleh polisi di Samarinda, Kalimantan Timur, yaitu Bio, Ramblan dan Perie. Keenam tersangka lainnya juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, termasuk Saldy, Roby, M Lupie, Yadi, Nimu, dan Dea Nabila. Bahkan diketahui salah satu tersangka diduga merupakan anak dari Kepala Desa dan Anggota Dewan.

Berikut adalah daftar 3 bandar utama yang ditangkap di Samarinda, Kaltim pada 8 Juli 2026:

  • Bio (29) – Bandar narkoba, menyerang dan menganiaya petugas menggunakan senpi rakitan dan parang, serta memprovokasi warga
  • Ramblan alias Busu (25) – Pengedar sabu, memprovokasi warga, membawa senpi rakitan dan melakukan penembakan
  • Perie (43) – Membawa senpi rakitan dan mandau, menembak petugas

Sementara itu, berikut adalah daftar 6 tersangka lainnya:

  • Saldy alias Ateng – Membawa senpi rakitan, menembak petugas, memprovokasi warga
  • Roby – Membawa senpi rakitan, memprovokasi, membuang jenazah ke sungai
  • M Lupie – Membawa parang dan senpi rakitan, menembak petugas
  • Yadi – Memprovokasi warga dan membacok menggunakan parang
  • Nimu – Membawa tombak dan memprovokasi warga
  • Dea Nabila

Klarifikasi Kepala Desa Tumbang Kalemei

Di tengah pengungkapan kasus bentrokan berdarah yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kepala Desa Tumbang Kalemei, Herihandy, menyampaikan klarifikasi atas stigma yang berkembang terhadap warganya. Ia menegaskan bahwa anggapan yang menyebut seluruh masyarakat Desa Tumbang Kalemei terlibat dalam peristiwa tersebut tidak benar. Menurut Herihandy, peristiwa tersebut dilakukan oleh oknum tertentu yang diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba, bukan melibatkan seluruh warga desa.

Herihandy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah desa mendukung penuh proses hukum yang sedang dilakukan aparat kepolisian dan berkomitmen memerangi peredaran narkoba di wilayahnya.

Penanganan Kasus Penggerebekan Narkoba di Katingan

Penanganan kasus penggerebekan narkoba di Katingan, yang menewaskan tiga anggota polisi dan satu anggota keluarga terduga pelaku masih terus berjalan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melalui gabungan Subdirektorat IV dan Satgas NIC menangkap tiga terduga pelaku utama, di antaranya Bio, Ramblan alias Busu, dan Perie di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (9/7/2026).

Bio dan Busu merupakan target operasi penangkapan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan yang berujung bentrok pada Kamis (2/7/2026). Ketiganya dibawa ke RS Kramat Jati dalam kondisi luka pada bagian kaki. Informasi terhimpun, ketiganya melawan menggunakan sajam saat penangkapan sehingga dihadiahi timah panas.

Selain tiga pelaku pembunuhan anggota Satresnarkoba Polres Katingan, kepolisian juga mengamankan barang bukti sajam. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan ketiga pelaku berada di Jakarta. Namun, pihaknya belum bisa menyampaikan lebih rinci terkait hasil pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tersebut karena proses penyidikan masih berlangsung.

Perburuan Pelaku Kasus Polisi Gugur Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Satu persatu pelaku ditangkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan saat penggerebakan diduga bandar sabu, di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melalui gabungan Subdirektorat IV dan Satgas NIC berhasil menangkap tiga orang. Ketiganya terduga pelaku utama berinisial Bio, Ramblan atau Busu, dan Perdie, di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (9/7/2026).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]